Daily ArchiveApril 7, 2013

juara 2

Gambaran Paket Soal UN 2013 | yang Mau UN Wajib Baca

Sudah tahu kan, pemerintah akan menerapkan hingga 30 paket soal pada ujian nasional (UN) tahun ini? Tapi enggak usah bingung, masing-masing peserta UN hanya akan mengerjakan satu paket soal, kok.  Diberlakukannya banyak paket soal ini adalah untuk mencegah kecurangan dan kebocoran soal UN. Selain itu, antara satu paket soal dengan paket soal lainnya juga memiliki tingkat kesulitan yang sama. Jadi, enggak ada deh satu peserta UN mengerjakan paket soal yang lebih sulit dari temannya. Semua tergantung kesiapan peserta UN menghadapi ujian.

Nah, ada hal lain nih yang perlu diketahui tentang paket soal UN. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar Notodiputro, setiap peserta akan mendapatkan satu bundel soal yang berisikan lembaran-lembaran soal mata pelajaran dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN).  Keduanya bersatu dan merupakan pasangan.

Karena itulah, peserta UN harus benar-benar memperhatikan bahwa naskah soal dan LJUN adalah pasangannya, jangan sampai tertukar.  “Jika siswa mengerjakan naskah soal UN dengan LJUN yang bukan pasangannya, maka akan menjadi masalah bagi siswa tersebut, dan kemungkinan besar nilainya akan rendah,” kata Khairil, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Jumat (5/4/2013).

Selain itu, beberapa hal lain yang perlu diperhatikan peserta UN tentang bundel soal UN adalah:

  1. Pastikan bahwa LJUN dan naskah soal dalam keadaan bersatu. Jika menerima bundel soal yang terlepas dari LJUN, maka segera minta ganti.
  2. Periksalah naskah soal halaman per halaman dan pastikan tidak ada yang rusak.
  3. Tuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman satu naskah soal dan LJUN sebelum dipisahkan.
  4. Setelah mengisi identitas, peserta ujian harus memisahkan (merobek) LJUN dari naskah soal.
  5. Peserta ujian harus melengkapi isian pada LJUN secara benar
  6. Peserta UN harus mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta.

Sumber: kampus.okezone.com

les privat batasa

Yang Tetap dan yang Berubah dalam UN 2013

Standar kelulusan pada Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak berubah dari ketentuan tahun lalu, yaitu nilai rata-rata UN minimal 5,5. Pola penghitungan nilai akhir juga tidak jauh berbeda. Hanya saja hasil UN dan nilai akhir pada tahun ini dijadikan salah satu syarat bagi para peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

“Siswa dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata dari semua nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai minimal per mata pelajarannya 4,0. Itu yang harus dipenuhi,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2013).

Pengertian nilai akhir sendiri, lanjutnya, merupakan kombinasi dari nilai sekolah dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dengan bobot 40 persen dan nilai UN dengan bobot 60 persen. Sementara nilai sekolah diperoleh dari gabungan 40 persen nilai rapor dan 60 persen nilai Ujian Sekolah.

“Ini berlaku untuk semua jenjang baik SD, SMP dan SMA. Kalau SMK ada nilai kompetensi keahlian kejuruan denga kriteria kelulusan minimal 6,0,” jelas Khairil.

Sementara untuk jenjang menengah atas, Khairil mengatakan bahwa meski nilai standar kelulusan untuk UN 2013 tidak mengalami perubahan yang signifikan, bukan berarti peserta didik bisa bersantai dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. Pasalnya, hasil UN dan nilai akhir ini menjadi syarat wajib jika ingin mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2013. Untuk SNMPTN ini, tidak ada nilai standar minimal yang ditentukan, namun peserta didik tersebut harus lulus UN.

“Siapa saja bisa ikut kalau SNMPTN selama dia lulus UN yang jenjang menengah atas atau kejuruan,” tandasnya. (http://edukasi.kompas.com)