Les Privat

juara 2

Gambaran Paket Soal UN 2013 | yang Mau UN Wajib Baca

Sudah tahu kan, pemerintah akan menerapkan hingga 30 paket soal pada ujian nasional (UN) tahun ini? Tapi enggak usah bingung, masing-masing peserta UN hanya akan mengerjakan satu paket soal, kok.  Diberlakukannya banyak paket soal ini adalah untuk mencegah kecurangan dan kebocoran soal UN. Selain itu, antara satu paket soal dengan paket soal lainnya juga memiliki tingkat kesulitan yang sama. Jadi, enggak ada deh satu peserta UN mengerjakan paket soal yang lebih sulit dari temannya. Semua tergantung kesiapan peserta UN menghadapi ujian.

Nah, ada hal lain nih yang perlu diketahui tentang paket soal UN. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar Notodiputro, setiap peserta akan mendapatkan satu bundel soal yang berisikan lembaran-lembaran soal mata pelajaran dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN).  Keduanya bersatu dan merupakan pasangan.

Karena itulah, peserta UN harus benar-benar memperhatikan bahwa naskah soal dan LJUN adalah pasangannya, jangan sampai tertukar.  “Jika siswa mengerjakan naskah soal UN dengan LJUN yang bukan pasangannya, maka akan menjadi masalah bagi siswa tersebut, dan kemungkinan besar nilainya akan rendah,” kata Khairil, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Jumat (5/4/2013).

Selain itu, beberapa hal lain yang perlu diperhatikan peserta UN tentang bundel soal UN adalah:

  1. Pastikan bahwa LJUN dan naskah soal dalam keadaan bersatu. Jika menerima bundel soal yang terlepas dari LJUN, maka segera minta ganti.
  2. Periksalah naskah soal halaman per halaman dan pastikan tidak ada yang rusak.
  3. Tuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman satu naskah soal dan LJUN sebelum dipisahkan.
  4. Setelah mengisi identitas, peserta ujian harus memisahkan (merobek) LJUN dari naskah soal.
  5. Peserta ujian harus melengkapi isian pada LJUN secara benar
  6. Peserta UN harus mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta.

Sumber: kampus.okezone.com

les privat batasa

Yang Tetap dan yang Berubah dalam UN 2013

Standar kelulusan pada Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak berubah dari ketentuan tahun lalu, yaitu nilai rata-rata UN minimal 5,5. Pola penghitungan nilai akhir juga tidak jauh berbeda. Hanya saja hasil UN dan nilai akhir pada tahun ini dijadikan salah satu syarat bagi para peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

“Siswa dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata dari semua nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai minimal per mata pelajarannya 4,0. Itu yang harus dipenuhi,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2013).

Pengertian nilai akhir sendiri, lanjutnya, merupakan kombinasi dari nilai sekolah dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dengan bobot 40 persen dan nilai UN dengan bobot 60 persen. Sementara nilai sekolah diperoleh dari gabungan 40 persen nilai rapor dan 60 persen nilai Ujian Sekolah.

“Ini berlaku untuk semua jenjang baik SD, SMP dan SMA. Kalau SMK ada nilai kompetensi keahlian kejuruan denga kriteria kelulusan minimal 6,0,” jelas Khairil.

Sementara untuk jenjang menengah atas, Khairil mengatakan bahwa meski nilai standar kelulusan untuk UN 2013 tidak mengalami perubahan yang signifikan, bukan berarti peserta didik bisa bersantai dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. Pasalnya, hasil UN dan nilai akhir ini menjadi syarat wajib jika ingin mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2013. Untuk SNMPTN ini, tidak ada nilai standar minimal yang ditentukan, namun peserta didik tersebut harus lulus UN.

“Siapa saja bisa ikut kalau SNMPTN selama dia lulus UN yang jenjang menengah atas atau kejuruan,” tandasnya. (http://edukasi.kompas.com)

DESAIN BY SAEP

Manfaat Belajar dengan Cara Les Privat

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan anak memahami pelajaran di sekolahnya, antara lain cara mengajar gurunya di sekolah yang kurang dipahami atau tak disukai sang anak. Atau, kondisi belajar yang kurang kondusif, misalnya ruang kelas terlalu ramai dan berisik sehingga menganggu konsentrasi belajarnya. Maka, selain belajar di sekolah, anak perlu mengulang pelajarannya di luar sekolah. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang kesulitan mendampingi anaknya belajar di rumah karena kesibukannya, atau pelajaran sang anak belum tentu dipahami orang tuanya.
Lingkungan tempat les belajar (Bimbel) anak Anda biasanya akan berbeda dengan lingkungan di sekolah formal, karena teman-temannya juga akan berbeda, sehingga sangat penting memang untuk memperhatikan lingkungan tempat les yang akan dimasuki anak
Jangan terjebak dengan biaya les yang murah, kalau lingkungan tempat les anak Anda berisi anak-anak yang sering jajan, maka ada kecenderungan anak Anda juga akan mengikutinya. Sehingga bisa berakibat si anak menjadi lebih boros dan tidak lagi fokus kepada proses belajarnya, malahan mungkin bisa jadi ia sibuk jajan dan bermain dengan teman-temannya tadi.
Contoh lainnya, ternyata teman-teman les si anak adalah anak-anak yang berperilaku kurang sopan dan sukanya main-main. Hal itu tentu sedikit banyak bisa berpengaruh terhadap diri si anak. Kalau ia tidak cocok, maka ia akan cenderung menyendiri. Tetapi kalau ia cocok dan ingin ikut-ikutan, maka ia bisa saja jadi berperilaku seperti teman-temannya tadi. Jadi, sekali lagi, lingkungan belajar yang baik, akan memberikan manfaat yang baik pula bagi anak Anda. Ujung-ujungnya, lagi-lagi, uang yang Anda keluarkan tidak akan sia-sia kalau memang Anda bisa memilih tempat les yang memiliki lingkungan yang baik.
Jadi jangan asal memilih les karena murahnya sedangkan lingkungannya kurang mendukung kegiatan belajar anak.
Ada cara yang lebih efektif dalam memfasilitasi belajar anak yaitu dengan les privat di rumah sendiri, dengan les privat:
* Belajarnya anak lebih terpantau oleh orang tua. Karena kegiatan belajarnya di rumah.
* Anak akan lebih terbuka berkaitan dengan materi pelajaran yang dianggapnya sulit.
* Anak akan lebih kosentrasi belajarnya karena tidak ada yang mengganggu.
* Anak juga berkesempatan mengulang kembali pelajaran sekolah untuk bisa lebih dipahami lagi. Karena, materi pelajaran tentu akan lebih mudah diingat bila dipelajari berulang-ulang.
Barangkali itu sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, kembali pada orang tua langkah mana yang akan di ambil untuk membantu memfasilitasi belajar anaknya.
Bimbingan belajar anak
Pada umumnya prestasi belajar anak akan meningkat dengan adanya perhatian orang tua. Bentuk perhatian orang tua tidak hanya dari segi makanan untuk asupan gizi yang diperlukan anak, atau dengan memperhatikan keperluan belajarnya atau memantau waktu belajarnya, sebenarnya ada yang lebih penting lagi dan ini nyaris tak terperhatikan orang tua yaitu pemahaman dari yang dipelajarinya. Kadang anak anak akan merasa putus asa bila ada yang tidak dimengertinya dan dirumah tidak ada yang bisa menjelaskan permasalannya, lebih berbahaya lagi bila hal ini tak terselesaikan anak menjadi malas belajar.
Sebenarnya bila anak bisa memaksimalkan belajar nya di sekolah, anak tidak perlu mengulang kembali materi pelajarannya dirumah. Tapi bagi anak yang tidak bisa memaksimalkan belajar di sekolah tentu sangat perlu mengulang pelajarannya di rumah.
Disinilah perlunya anak memiliki teman belajar. Teman belajar yang dimaksud adalah orang yang bisa menemani belajar, bisa teman sekolah, orang tua, kakak, maupun orang lain yang menjual jasa bimbingan belajar (privat).
Demikianlah sedikit pemikiran dari saya semoga bermanfaat bagi anda semua. (forum.kompas.com)